Doa Hizib Nashor, Amalan Abu Hasan Asy-Syadzili dan Khasiatnya



#MANAQIB (Biografi Singkat) ABUL HASAN AL SYADZILI


JALUR KETURUNAN
Beliau adalah seorang sufi yang mempunyai nama lengkap Abul Hasan Ali bin Abdullah bin Abdul Jabar yang banyak dikenal orang dengan nama al Syadzili, beliau dilahirkan di Ghammarah Moroko pada tahun 593 H. Sebutan Al Syadzili bagi bagi dirinya karena beliau banyak menempuh kehidupannya untuk memperdalam ilmunya di daerah Syadzili.

KEHIDUPAN AL SYADZILI.

Abul Hasan Al Syadzili masih mempunyai hubungan keturunan dengan Rasulullah melalui Fatimah al Zahra, dan dari keturunan yang bagus itu sudah Nampak pada diri Al Syadzili sejak usia muda sampai tua, dengan budi pekerti yang terpuji hidup sederhana dan suci sepanjang hayatnya.

Pada awal masa kecilnya beliau sudah dibekali oleh orang tuanya dasar-dasar agama kemudian juga mendapat bekal pendidikan dari guru kerohaniannya yang bernama Abdul Salam bin Masyisy seorang ulama’ besar dari Maroko. Setelah dibekali ilmu yang cukup oleh gurunya lalu beliau dikirim oleh gurunya pergi ke Tunisia dan tinggal di Syadzilia.

Abul Salam Al Masyisy, memandang ada kelebihan dan keistimewaan yang Nampak pada diri Al Syadzili, sehingga dikirimlah beliau di Tunisia untuk mengembangkan ilmu yang telah dimiliki. Namun perintah gurunya ini tidak diketahui alasannya, mengapa mengirim Al Syadzili ke Tunisia, tapi sebagai murid yang taat pada gurunya beliau melaksanakan perintah gurunya yang sangat dicintainya.

Kepergian beliau ke Syadzili ini merupakan awal dari pengembaraannya, karena setelah lama, beliau tinggal di Syadzilia kemudian beliau pindah ke Mesir dan tinggal di Iskadariyah sampai meninggal dunia.

Ilmu-ilmu yang dimiliki oleh Syadzili banyak diperoleh ketika beliau tinggal di Tunisia, karena ditempat ini beliau banyak bertemu dengan para ulama’ terkenal dan melakukan diskusi dengan ilama’-ulama’ yang ditemui. Kedatangan beliau di Syadzili ini mendapat sambutan yang luar biasa dan setiap hari mereka selalu mengerumuni al Syadzili. Untuk menghindari kerumunan penggemarnya, maka beliau ditemani oleh Syekh Abu Muhammad Abdullah bin Salamah al Habibi untuk mengasingkan diri di daerah pegunungan yang bernama Zagwan. Dan di daerah ini beliau mengkhususkan diri dengan beribadah, membersihkan jiwa, menyatukan kehendak dan kemampuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Setelah beliau berkhalwat dari Gunung Zagwan tersebut, lalu beliau kembali ke tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan dakwah dan pelajaran. Namun kembalinya al Syadzili ketengah-tengah, masyarakat ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para sufi dan para pejabat pemerintah. Namun dari kalangan pejabat ini beliau banyak mendapat tantangan karena adanya fitnah dari ulama’ fiqh, namun beliau selalu terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak dikehendaki. Setelah mendapat tantangan dan fitnah dari ahli fiqh, akhirnya beliau memutuskan untuk pindah ke Mesir dan menetap di Iskandariyah.

Selama tinggal di Tunisia, beliau banyak berdiskusi dan berdialog dengan tokoh sufi, seperti Syekh Abul Hasan Ali Ibnu Makhiuf al Suazli Abu Abdullah al Shabuni Abu Muhammad Abdul Aziz al Paituni, Abu Abdillah at Binai at rayyah dan Abu Abdillah al Jarihi.

Disamping beliau banyak berdialog dengan para ulama’ beliau juga mendirikan majlis pengajian yang banyak dihadiri oleh para ulama’ diantara para ulama yang hadir dalam majlis pengajiannya adalah Izzudin bin Abdul Salam, Taqyyudin ibnu Daqiqiid, Abut Adzim al Munziri, Ibnu Shaleh, Ibnu Hajib, Jamaluddin Usfur, Nabihuddin bin Auf, Muhyiddin bin Suradah, Ibnu Yasin dan lain-lain

KEISTIMEWAAN AL SYADZILI.

Sebagai seorang sufi ada beberapa kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki oleh Al Syadzili, diantaranya adalah :

1.   Sebagai seorang yang mempunyai jalur keturunan dengan Rasulullah, ada beberapa titisan warisan yang ada pada diri Al Syadzili, diantaranya kewalian. Syadzili sudah Nampak dan diraskan oleh gurunya, sehingga beliau dikirim ke Tunisia.

2.   Beliau pernah bermimpi bertemu Rasulullah dan diperintah untuk pindah ke Mesir membina 40 orang wali yang sedang menunggu kedatangannya. Akhirnya mimpi tersebut dilaksanakan dan beliau pindah dari Tunisia ke Mesir dan tinggal di Iskandariyah.

POKOK-POKOK PIKIRAN AL SYADZILI.

Ada beberapa pokok pikiran yang dikembangkan Al Syadzili, diantaranya adalah :

1. Seseorang yang ingin mendalami ajaran Tasawuf, maka harus terlebih dahulu mendalami dan memahami ajaran Syari’ah.

2. Pelajaran tasawuf Al Syadzili yang diajarkan kepada murid-muridnya diambil dari 7 kitab yang penting diantaranya adalah :

a. Kitab Khatam al auliyah karya al Hakim al Tarmizi, kitab ini banyak menguraikan tentang masalah kewalian (wilayat) dan kenabian (nubuwwat).

b. Kitab al Mawaqiif Wa al Mukhatabah karya Syekh Muhammad bin Abdul Jabbat an Niffari. Menurut pengarangnya kitab ini ditulis berkat pemberian Tuhan tatkala pengarangnya sedang berkhalwat (menyendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah). Dan kitab ini juga menguraikan tentang kerinduan seorang sufi kepada Tuhannya.

c. Kitab Qutub Qulub karya abu thalib al Makki. Kitab ini ditulis menurut acuan syara’ dengan uraian-uraian dan pandangan-pandangan sufi hingga syariat dan hakikat sejalan dan bersatu.

e. Kitab At Syifa’ karya Qadhi ‘Iyadh. Kitab ini oleh al Syazili dipergunakan untuk mengambil berkah dan juga mengambil sumber syarah-syarah dengan melihat tasawuf dari sudut pandang ahli fiqh.

f. Kitab Ar Risalah karya Imam Qusyairi. Kitab ini dipergunakan oleh Al Syazili sebagai permulaan dari dalam pengajaran tasawufnya.

g. Kitab Ar Muharrar al Wajiz. Karya Ibnu Athiah. Kitab ini diuraikan oleh Syazili untuk melengkapi pengetahuan dalam pengajian.

3. Tasawuf adalah latihan-latihan jiwa dalam rangka beribadah dan menempatkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Ilahi.

Wafatnya Al Syadzili.

Beliau meninggal dunia di Iskadariyah pada tahun 656 H.


#Pendahuluan

Sebelum membaca Hizib Nashr, hendaknya membaca bacaan berikut ini :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. تَحَصَّنْتُ بِذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ, وَاعْتَصَمْتُ بِذِى الْعِزَّةِ وَالْجَبَرُوتِ, وتَوَكَّلْتُ عَلَى الْمُلْكِ الْحَيِّ الْقَيُّومِ الحَلِيْمِ الَّذِى لاَ يَنَامُ وَلاَ يَمُوتُ, دَخَلْتُ فِى حِرْزِ اللهِ, دَخَلْتُ فِى حِفظِ اللهِ, وَ دَخَلْتُ فِى أَمَانِ اللهِ, بِحَقِّ كهيعص كُفِيْتُ, وبحمعسق حُمِيْتُ, وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ.


Tahash-shantu bidzil mulki walmalakuut, wa’ta-shamtu bidzil ‘izzati wal jabaruut, watawakkaltu ‘alal malikil hayyil qayyuumil haliimil ladzii laa yanaamu walaa yamuut, dakhaltu fii hirzillaah, dakhaltu fii hifzhillaah, wa dakhaltu fii amaa-nillaah, bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad kufiitu, wabi haa miim ‘aiin siin qaaf humiitu, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

Dengan menyebut asma’ Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Aku berbenteng kepada Tuhan Yang memiliki kerajaan dan kekua-saan; aku berpegangn teguh pada Yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan; aku bertakawakkal kepada Sang Raja Yang Hidup Abadi lagi Terus Menerus mengurus makhluk-Nya, Yang Maha Penyantun, Yang tak pernah tidur dan tidak mengenal mati. Aku masuk kedalam penjagaan Allah. Aku masuk kedalam Pemeliharaan Allah. Aku masuk kedalam Penga-manan Allah. Berkat kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shaad  aku dijaga dan berkat  haa miim ‘aiin siin qaaf  akudilindungi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.


#Manfaat Hizib Nashor

Membentengi diri untuk keselamatan pribadi sangat diperlukan agar kehidupan Anda terjamin. Beruntung bagi orang–orang yang mempunyai kekuatan secara fisik.

Terlebih lagi bagi orang yang mempunyai suatu keilmuan untuk membela dirinya sendiri (ilmu bela diri) karena dapat menjaga dirinya dari hantaman musuh yang hendak menyerang.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa datangnya bahaya tidak hanya datang secara kasatmata (dapat dilihat). Bisa juga secara gaib dan bahkan Anda tidak tidak tahu kapan datangnya bahaya ghaib itu. Untuk itu, Anda perlu memiliki kekuatan yang dapat melindungi diri dari berbagai ancaman bahaya, baik secara fisik mupun nonfisik.

Salah satu usaha laku batin untuk membentengi diri Anda dari kejahatan gaib yaitu dengan mengamalkan Hizib Nashr. Zaman dulu, Hizib Nashr sering diamalkan oleh para waliyullah untuk taqorub (mendekatkan diri) kepada Allah dan sebagai perlindungan diri. Hizib Nashr diciptakan oleh Syekh Abi Hasan Assyadzili.

Tidak hanya mampu memberikan kekuatan gaib, tetapi hizib ini mempunyai banyak sekali hikmah yang terkandung di dalamnya ketika Anda mengamalkannya. Adapun beberapa hikmah tersebut adalah sebagai berikut.

  • Memberikan kewibawaan saat berbicara dengan aparat pemerintahan atau orang yang berkuasa sehingga Anda dihromati

  • Penangkal sihir, santet, teluh, dsb.

  • mengobati segala macam penyakit baik secara medis maupun nonmedis

  • Sebagai pemagar tempat supaya selamat dari berbagai gangguan/malapetaka secara lahir batin.

  • Sebagai kontak jurus silat orang lain secara gaib.

  • Sebagai penghancur musuh, yaitu dengan cara dibaca menghadap rumahnya.

  • Mampu mendamaikan kerusuhan dan pertikaian

  • Memperoleh keadilan dalam menghadapi sidang/perkara hukum

  • Untuk menjual tanah yang belum laku-laku, insya Allah akan cepat laku dan sesuai dengan harga yang Anda inginkan.

  • Untuk menyadarkan orang marah.

  • Menghilangkan rasa takut sehingga muncul keberanian.

  • Meningkatkan rasa percaya diri

  • Mengabulkan segala doa dengan segera

  • Mampu mempercepat proses kelahiran dengan selamat


Keselamatan diri perlu diutamakan agar memperoleh ketenangan dalam hidup sehingga mampu menciptakan kebahagiaan. Bahaya secara ghaib bisa menyerang Anda kapan pun meskipun Anda merasa tidak pernah memiliki musuh.

Bisa juga ada orang yang mungkin tidak senang dengan kesuksesa, kekayan, dan kejayaan Anda sehingga mereka dengki dan iri hingga akhirnya mereka melakukan tindak kejahatan dengan mencelakai Anda menggunakan cara ghaib. Untuk itu, selalu waspadalah dalam setiap langkah.

Terutama lakukan amalan hikmah berupa Hizib Nashr yang atas izin Allah, telah terbukti dapat membantu Anda dalam menjaga keselamtan secara ghaib. Berbagai fadhilah yang Anda dapatkan hendaknya digunakan di jalan kabaikan, yaitu jalan lurus yang diridhoi Allah SWT. Semoga Anda mendapatkan kemudahan dalam segala hal yang Anda harapkan


 #Bacaan Do'a Hizib Nashor


اَللَّهُمَّ رَبَّنَا × 5, بِسَطْوَةِ جَبَرُوْتِ قَهْرِكَ, وَبِسُرْعَةِ إِغَاثَةِ نَصْرِكَ, وَبِغَيْرَتِكَ ْلإِنْتِهَاكِ حُرُمَاتِكَ, وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِآيَتِكَ, نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَااَلله ×3, يَاسَمِيْعُ يَاقَرِيْبُ, يَامُجِيْبُ يَاسَرِيْعُ, يَامُنْتَقِمُ يَاشَدِيْدَا الْبَطْشِ, يَاجَبَّارُ يَاقَهَّارُ, يَا مَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَهْرُ الْجَباَبِرَةِ, وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ, مِنَ الْمُلُوْكِ وَاْلاَكَاسِرَةِ, أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كَادَنِىْ فِىْ نَحْرِهِ, وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِىْ عَائِدًا عَلَيْهِ, وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَلِىْ وَاقِعًا فِيْهَا, وَ مَنْ نَصَبَ لِىْ شَبَكَةَ الْخِدَاعِ, إِجْعَلْهُ يَااللَّهُ ×3, يَاسَيِّدِى مُسَاقًا اِلَيْهَا, وَمُصَادًا فِيْهاً, وَاَسِيْرًالَدَيْهَا, اَللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ اْلعِدَا, وَلَقِّهِمُ الرَّدَا, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا, وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى اْليَوْمِ وَالْغَدَا, اَللَّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ, اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اَللَّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ, اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَرْسِلِ اْلعَذَابَ إِلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ, وَاسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلاِ مْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ وَاَرْجُلَهُمْ, وَارْبُطْ عَلىَ قُلُوْبِهِمْ, وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلاَمَالُ, اَللَّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ عَلَى اَعْدَائِكَ, إِنْتِصَارً لِاَنْبِيَائِكَ وَرَسُلِكَ وَاَوْلِيَائِكَ عَلَى اَعْدآئِكَ, اَللَّهُمَّ انْتَصِرْ لَناَ انْتِصَارَكَ ِلأَحْباَبِكَ وَرُسُلِكَ وَاَوْلِيآئِكَ عَلىَ اَعْدَائِكَ ×3. اَللَّهُمَّ لاَ تُمَكِّنِ اْلاَعْدَاءَ فِيْناَ وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْناَ بِذُنُوْبِناَ ×3. حم حم حم حم حم حم حم, حُمَّ ْلأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْناَ لاَيُنْصَرُوْنَ, حمعسق حِمَايَتُناَ مِمَّا نَخَافُ, اَللَّهُمَّ قِناَشَرَّاْلاَسْوَاءِ وَلاَ تَجْعَلْناَ مَحَلاًّ لِلْبَلْوَى ×3, اَللَّهُمَّ أَعْطِناَ أَمَلَ الرَّجَاءِ وَفَوْقَ اْلأَمَلِ ×3, يَاهُوْ يَاهُوْ يَاهُوْ, يَامَنْ لاَهُوَ اِلاَّهُوَ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ, إِاَهِى نَسْئَلُكَ الْعَجَلَ الْعَجَلْ ×3,  إِلَهِى نَسْأَلُكَ  اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةْ ×3, يَا مَنْ أَجَابَ سَيِّدَنَا نُوْحًا فِى قَوْمِهِ, وَيَازَائِدًا سَيِّدَنَاالْخِضْرَ فِى عِلْمِهِ, وَ يَا مَنْ نَصَرَ سَيِّدَنَا اِبْرَاهِيْمَ عَلىَ اَعْدَائِهِ ×3, اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَفِرِيْنَ, اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْظَّلِمِيْنَ, اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِيْنَ, وَ يَا مَنْ رَدَّ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ عَلىَ سَيِّدِنَا يَعْقُوْبَ, يَا مَنْ كَشَفَ ضُرَّ سَيِّدِنَا أَيُّوْبَ, يَا مَنْ أَجَابَ دَعْوَةَ سَيِّدِنَا زَكَرِيَّا, يَا مَنْ قَبِلَ تَسْبِيْحَ سَيِّدِنَا يُوْنُسَ بْنِ مَتَّى, نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَااللَّهُ ×3 بِأَسْرَارِ  اَصْحَابِ هَذِهِ الدَّعْوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ, وَبِكَرَامَةِ الشَّيْخِ الْقُطْبِ الرَّبَّانِيَّ اَبِى الْحَسَنْ الشَّاذِلِى رَضِىِ اللَّهُ عَنْهُ أَنْ تَقَبَّلَ مِنَّا مَابِهِ دَعَوْناَكَ, وَ اَنْ تُعْطِيَناَ مَا بِهِ سَأَلْناَكَ, أَنْجِزْلَناَ وَعْدَكَ الَّذِى وَعَدْتَهُ لِعِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, لاَ اِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ ×3, إِنْقَطَعَتْ آمَالُناَ وَعِزَّتِكَ اِلاَّمِنْكَ, وَخَابَ رَجَاؤُناَ وَحَقِّكَ اِلاَّفِيْكَ , إِنْ أَبْطَأَتْ غَارَةُ اْلأَرْحَامِ وَابْتَعَدَتْ فَأَقْرَبُ الشَّىْءِ مِنَّا غَارَةُالله, يَاغَارَةَ اللهِ ×3 جِدِّى السَّيْرَ مُسْرِعَةً فِى حَلِّ عُقْدَتِناَ يَاغَارَةُ اللهِ عَدَتِ الْعَادُوْنَ, وَجَارُوْا وَرَجَوْناَ اللهَ مُجِيْرًا, وَكَفَى بِاللهِ وَلِياً, وَكَفَى بِاللهِ نَصِيْرًا ×3, يَاوَاحِدُ يَاعَلِيُّ يَاحَلِيْمُ ×3, وَ حَسْبُنَاالله وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ , وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ اْلعَظِيْمِ, سَلاَمٌ عَلىَ نُوْحٍ فِى اْلعَالَمِيْنَ ×3, إِسْتَجِبْ لَناَ  آمِيْنَ ×3, فَقُطِعَ دَابِرُ اْلقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا, وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ



Khasiat Do'a Hizib Nashor Lafadz #1
 
اَللَّهُمَّ بِسَطْوَةِ جَبَرُوتِ قَهْرِكَ, وَبِسُرْعَةِ إِغَاثَةِ نَصْرِكَ, وَبِغَيْرَتِكَ ْلإِنْتِهَاكِ حُرُمَاتِكَ, وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِآيَتِكَ, نَسْأَلُكَ يَااَلله يَاسَمِيْعُ يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ يَاسَرِيْعُ يَامُنْتَقِمُ
  • Allaahummabtsathwati jabaruuti qahrika wabisur'ati ighaatsati nashrika wabighiiratika lintihaaki hurumaatika wabihimaayatika limanihtamaa bi-aayaatika nas-aluka yaa Allaahu yaa samiTa yaa qariibu yaa mujiibu yaa sarii'u yaa muntaqimu.
  • Lafadz ini berkhasiat untuk mengobati orang gila, kemasukan jin, sakit ayan dan sebagainya. Caranya adalah dibaca 7 kali pada air yang ada dalam gelas lalu diminum-kan.


Khasiat Do'a Hizib Nashor Lafadz #2
يَاشَدِيْدَا الْبَطْشِ يَاجَبَّارُ يَاقَهَّارُ يَا مَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَهْرُ الْجَباَبِرَةِ وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ, مِنَ الْمُلُوْكِ وَاْلاَكَاسِرَةِ, أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كَادَنِىْ فِىْ نَحْرِهِ وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِىْ عَائِدًا عَلَيْهِ, وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَلِىْ وَاقِعًا فِيْهَا
  •  Yaa syadiidal bathsy yaa jabbaaru yaa qahhaaru yaa man Iaa yu'jizuhuu qahral jabaabirati walaa ya'zhumu 'alaihi halaakul mutamarridati minal muluuki wal-akaasirati an taj'ala kaida man kaadanii fii nahrihii wamakra man makaranii 'aa-idan 'alaihi wahufrata man hafaralii waaqi'an fiihaa.
  • Bila lafadz ini dibaca 1 kali dan ditiupkan pada kedua telapak tangan lalu di usapkan ke seluruh tubuh biqadril imkan, insya Allah tidak mempan dari senjata tajam apa saja.


Khasiat Do'a Hizib Nashor Lafadz #3
 
وَ مَنْ نَصَبَ لِىْ شَبَكَةَ الْخِدَاعِ إِجْعَلْهُ يَاسَيِّدِى مُسَاقًا اِلَيْهَا وَمُصَادًا فِيْهاً وَاَسِيْرًالَدَيْهَا, اَللَّهُمَّ بِحَقِّ: كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ اْلعِدَا, وَلَقِّهِمُ الرَّدَا, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا, وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى اْليَوْمِ وَالْغَدَا
  • Waman nashaba lii sabakatal khidaa'ij'alhu yaa sayyidii musaaqan ilaihaa wamushaadan fiihaa wa-asiiran ladaihaa. Allaahumma bihaqqi Kaaf Haa Yaa 'Aiin Shaad ikfjnaa hammal 'ida walaqqihimur radaa wa j'alhu m likulli habiibin fidaa wasallith 'alaihim 'aajilin niqmati fil-yaumi wal-ghadaa.
  • Bila lafadz ini dibaca 3 kali, berkhasiat untuk mengobati luka memar atau luka karena pukulan dan dapat digunakan untuk menahan pukulan lawan atau musuh.


Khasiat Do'a Hizib Nashor Lafadz #4
 
اَللَّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ, اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اَللَّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ, اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَوْصِلِ اْلعَذَابَ إِلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ, وَاسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلاِ مْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ, وَارْبُطْ عَلىَ قُلُوْبِهِمْ

Allaahumma baddid syamlahum Allaahumma farriq jam'ahum Allaahumma aqlil 'adadahum Allaahummaj'alid daa-irata 'alaihim Allaahumma aushilil 'adzaaba ilaihim Allaahumma akhrijhum 'an daa-iratil hilmi waslubhum madadal imhaali waghulla aidiihim wa-arjulahum warbuth 'alaa quluubihim walaa tuballighhumul aamala. Allaahumma mazziqhum kulla mumazzaqin mazzaqtahuu min a'daa-ika intishaaran li-anbiyaa-ika warusulika wa-auliyaa-ika. Allaahummantashir lanaa intishaaraka Li-ahbaabika 'alaa a'daa-ika.
  • Jika anda dikeroyok musuh dan membaca lafadz ini 3 kali, insya Allah tidak akan apa-apa bila anda tidak membalas berbuat jahat.

Khasiat Do'a Hizib Nashor Lafadz #5
 
Hizib Nashor merupakan ilmu paranormal versi hikmah yang berkhasiat untuk melindungi Anda dari pengroyokan yang menyerang anda, walaupun anda tidak melawan mereka akan lari secepat mungkin. hal ini karena aura Anda akan mengalahkan aua negatif mereka, sehingga dengan sendirinya menimbulkan perasaan takut pada musuh. Sebelum anda mengamalkan hizib nashr untuk berbagai keperluan, anda harus melakukan langkah-langkah di bawah ini.

Cara mengamalkan Hizib Nashor :

  1. Puasa biasa selama 7 hari dan meninggalkan makan telur.

  2. Puasa dimulai tanngal 1 atau 15 bulan Qamariyah.

  3. Pada puasa hari ke tujuh diakhiri dengan tidak tidur sehari semalam, boleh makan seperti biasa.

  4. Pagi harinya selamatan nasi dan telur minimal tujuh buah.

  5. Pada saat berpuasa Hizib Nashr dibaca 3 kali.

  6. Selesai berpuasa. Hizib Nashr diwirid sehari semalam 1 kali selama 100 hari.

  7. Setelah sampai 100 hari, Hizib Nashr diwiridkan tiap hari Jum’at 1 kali secara istiqomah (terus menerus).
Setelah anda melakukan amalan di atas, sekarang anda bisa menggunakan khasiat-khasiat hizib nashor untuk keperluan lain dengan cara baca lafadz hizib di bawah ini 3 kali saat anda dikeroyok musuh.

Berikut lafadz yang harus dibaca :

اَللَّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ, اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اَللَّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ, اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَوْصِلِ اْلعَذَابَ إِلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ, وَاسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلاِ مْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ, وَارْبُطْ عَلىَ قُلُوْبِهِمْ, وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلاَمَالُ, اَللَّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ مِنْ اَعْدَائِكَ, إِنْتِصَارً اِلاَنْبِيَائِكَ وَرَسُلِكَ وَاَوْلِيَائِكَ, ( اَللَّهُمَّ انْتَصِرْ لَناَ انْتِصَارَكَ ِلأَحْباَبِكَ عَلىَ اَعْدَائِكَ

Allaahumma baddid syamlahum Allhumma farriq jam’ ahum Allahumma aqlil ‘adadahum Allaahummaj’ alid daa-irata ‘alaihim Allaahumma aushilil ‘adzaaba ilaihim Allaahumma akhrijhum ‘an daa-iratil hilmi waslubhum madadal imhaali waghulla aidiihim wa-arjulahum warbuth ‘alaa quluubihim walaa tuballighhumul aamala. Allaahumma mazziqhum kulla mumazzaqin mazzaqtahuu min a’ daa-ika intishaaran li-anbiyaa-ika warusulika waauliyaa- ika. Allaahummantashir lanaa intishaaraka Liahbaabika ‘alaa a’ daa-ika.

Manfaat yang anda peroleh setelah mengamalkan hizib nashor antara lain:
  1. menangkal sihir, santet, teluh dan tenung

  2. mengobati segala macam penyakit medis dan non medis

  3. memberikan kewibawaan pada diri Anda, sehingga orang akan segan melihat Anda.

  4. Menghilangkan rasa takut

  5. Meningkatkan kepercayaan Anda

  6. Memberikan pagar pelindung pada diri anda dan rumah Anda

  7. mengabulkan hajat Anda yang belum terlaksana